TUGAS SOFTSKILL 1 KESEHATAN MENTAL
Tugas
softskill Kesehatan Mental
Danti Putri Pratiwi
11511736
2 PA 05
KONSEP SEHAT yaitu sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana
individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal
(psikologi intelektual, spiritual, dan penyakit) dan eksternal (lingkungan
fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
Sehat menurut Paune adalah fungsi efektif dari sumber-sumber
perawatan diri (self care resources) yang menjamin tindaan untuk perawatan diri
(self care actions) secara adekuat. Self care Resources mencakup pengetahuan,
keterampilan dan sikap. Self care actions merupakan perilaku yang sesuai dengan
tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahankan dan meningkatkan fungsi
psikososial dan spiritual.
Konsep
kesehatan berdasarkan dimensi berikut :
o
Emosi
Apalah guna jika kita sehat secara fisik, tetapi secara
emosi kita tidak bisa mengontrolnya, ibarat kata seperti badan tanpa jiwa, ya
memang terlihat kejam tapi seperti itulah gambarannya. Emosi itu sendiri mudah
sekali di pengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satu ciri seseorang memiliki
kematangan emosional adalah ketika dia sudah mengenali seperti apa emosi dia,
kemampuan dia untuk mengontrol emosinya, dan bagaimana dia mengatasi
permasalahan yang muncul ke diri dia.
o
Intelektual
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa kecerdasan seseorang
dapat mempengaruhi tingkat emosi seseorang, ungkapan seperti itu sepertinya
memang benar adanya, karena kecerdasan seseorang bisa terlihat dari bagaimana
cara dia mengontrol emosi, melihat realitas dari berbagai sudut pandang, dan
kemampuan di dalam memecahkan suatu permasalahan yang melibatkan emosi.
o
Sosial
Masih terkait dengan emosi dan intelektual yang tak kalah
penting adalah dimensi sosial kita, seseorang dikatakan sehat secara mental
apabila dia mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mempunyai hubungan
baik dengannya, dan juga mampu bekerja sama dengan lingkungannya.
o
Fisik
Kita
tidak bisa memungkiri bahwa jika kondisi kesehatan fisik kita sedang prima maka
diharapkan kita bisa mengontrol emosi kita, fisik itu sendiri dikatakan sehat
apabila dia secara fisiologis normal, tidak cacat, tidak mengalami suatu
penyakit, dan tidak memiliki kekurangan suatu apapun.
o
Spiritual
Dimensi spritual adalah kemampuan seseorang untuk segala hal
yang berkaitan dengan Agama / kepercayaan, bagaimana dia menjalankan perintah
dan menjauhi larangan Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang dapat dikatakan
sehat secara mental apabila dia secara spiritual baik, taat menjalankan perintah
Tuhan dan mampu mengekspresikan rasa syukur terhadap suatu nikmat
pemberian Tuhan YME, maupun kemauan berserah diri kepada Tuhan jika sedang
mengalami suatu permasalahan yang sekiranya dia sudah tidak sanggup lagi.
Teori
Perkembangan Kepribadian menurut para tokoh :
1.
Erikson
Delapan tahapan perkembangan kepribadian menurut Erison:
- Trust VS Mistrust (0-1/1,5 tahun)
Perkembangan basic trust, essensial.
Dalam derajat tertentu diperlukan juga perkembangan ketidakpercayaan (mistrust)
untuk mendeteksi suatu bahaya atau suatu yang tidak menyenangkan &
membedakan orang-orang yang dapat dipercaya / tidak.
-
Otonomi VS Rasa Malu dan Ragu (
early chilhood : 1/1,5-3 tahun)
Mulai mengembangkan kemandirian.
Bisa timbul kegelisahan, ketakutan dan kehilangan rasa pencaya diri apabila
suatu kegagalan terjadi.
-
Inisiatif VS Rasa Bersalah (late
chilhood: 3-6th)
Komponen positif adalah
berkembangnya inisiatif. Modalitas dasar psikososialnya : membuat, campur
tangan, mengambil inisiatif , membentuk, melaksanakan pencapaian tujuan dan
berkompetisi.
- Industri VS Inferiority ( usia sekolah: 6-12 tahun)
Dimulai
industrial age. Pengalaman berhasil memberikan rasa produktif, menguasai dan
kompetitif. Kegagalan menimbulkan perasaan tidak adekuat & inferioritas
merasa diri tidak tidak berguna.
- Identitas dan Penolakan VS difusi Identitas ( masa remaja: 12-20 tahun)
Tahap
perkembangan sebelumnya memberi kontribusi yang berarti pada pembentukkan
Identitas dapat terjadi krisis identitas. Fungsi dasar remaja :
mengintegrasikan berbagai identifikasi yang mereka dapat pada masa kanak-kanak
untuk melengkapi proses pencarian identitas.
- Intimasi dan Solidaritas VS Isolasi (Early adulthood : 20-35 th)
Perkembangan
identitas mendasari perkembangan keakraban indvidu dengan orang lain. Kemampuan
mengembangkan hubungan dengan sejenis/lawan jenis. Salah satu aspek keintiman
adalah solidaritas. Jika keintiman gagal dicapai, individu cenderung menutup
diri.
-
Generativitas VS Stagnasi/
mandeg ( middle adulthood : 35-65 th )
Generativitas
bertitik tolak pada pentingnya dan pengarahan generasi berikutnya. Penting
menumbuhkan upaya-upaya kreatif dan produktif . Bila generativitas gagal,
terjadi stagnasi.
-
Integritas VS Keputusasaan
(later years: diatas 65 th)
Secara ideal telah mencapai
integritas Integritas : menerima keterbatasan hidup, merasa menjadi bagian dari
generasi sebelumnya, memiliki rasa kearifan sesuai bertambahnya usia, merupakan
integrasi akhir dari tahap-tahap sebelumnya. Bila integritas gagal : timbul
keputusasaan, penyesalan terhadap apa yang telah dan belumdilakukannya,
ketakutan dalam menghadapi kematian.
2. Sigmund Freud
Teori
psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu
energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu
untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada
fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
Id merupakan bagian palung primitif
dalam kepribadian, dan dari sinilah nanti ego dan Super Ego berkembang.
Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak
menyenangkan.
Ego
merupakan bagian “eksekutif” dari
kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan.
Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego
berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id
berdasarkan kenyataan.
Super
Ego merupakan gambaran internalisasi
nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang. Pada
dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai
penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi
pada kesempurnaan.
Menurut
Freud fase-fase perkembangan individu didorong oleh energi psikis yang disebut
libido. Libido insting kehidupan yang bersifat seksual yang ada sejak
manusia lahir. Ada 6 fase yang membagi perkembangan manusia menurut Freud:
a.
Fase oral (0-1 tahun) :
Disini anak mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dengan berorientasi pada mulut.
Kontak sosial lebih bersifat fisik seperti menyusui. Peran sosial biasanya
dipegang oleh ibu.
b.
Fase anal (1–3 tahun) :
Pada fase ini kenikmatan berpusat didaerah anus, seperti saat buang air besar.
Inilah saat untuk mengajarkan disiplin pada anak.
c.
Fase falik (3–5 tahun) :
Pusat kepuasan pada fase ini adalah alat kelamin. Anak mulai tertarik pada
perbedaan anatomis laki-laki dan perempuan, dan biasanya difigurkan oleh ayah
dan ibu. Pada anak laki-laki terjadi Oedipus Kompleks atau gairah seksual.
d.Peride
laten (5–12 tahun) :
Meupakan masa tenang dimana anak mulai mengembangkan kemampuan motorik dan
kognitifnya. Anak mulai mencoba menekan rasa takut dan cemas. Anak mulai mencari
fugur ideal saat ia dewasa, homoseksual alami mulai bisa terlihat pada masa
ini.
e
Fase genital ( > 12 tahun ) : Tahap kematangan pada alat reproduksi, pusat kepuasaan
berada di daerah kelamin. Disini libido mulai diarahkan untuk hubungan
heteroseksual. Dan mulai merasakan cinta kepada lawan jenis.
3.
Allport
1. Sifat (Trait)
Di dalam
kepribadian terdapat sifat dasar yakni : (Nyata, Berkembang, Fleksibel, Empirik
dan Kemandirian yang relatif). Nah dari 5 sifat dasar ini, terdapat sifat umum
dan sifat khusus yang berkembang pada tiap-tipa sifat dasar.
2. Traits-Habit-Atitud
Dalam struktur ini,
dinyatkan bahwa kepribadian dapat dibentuk karena sifat dasar, kebiasaan, sikap
dalam menghadapi sesuatu, dan kategori nomotetik
3. Trait dan Konsistensi Pribadi
Stuktur ini mengarah
pada praktikum stimulus-respon. dia membagi atas 3 trait didalamnya.yaitu(gregorius=sukaberteman);(shyness=pemalu)dan(selfesteem=kepercayaan
diri).
4. Propium
Naaahh, propium ini
adalah struktur yang membahas tentang perkembangan baik itu dalam emosi,
kecakapan individu, kemampuan persepsi dan tujuan hidup seseorang.
Perkembangannya sama dengan perkembangan sigmund freud, ia membaginya dalam 5
tahap yaitu Oral,Anal, Phalic, Laten dan Genital.
5. Motivasi
Kekuatan dari
stuktur notivasi dalam pribadi menurut Gordon allport berbeda dengan yang lain,
dimana ia mengatakan bahwa yang paling menunjang dala motivasi ialah kemampuan
kognitif dan perencanaan hidup. Dari dua hal itu, ia mampu membentuk motivasi
dalam dirinya karena ia telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.
6. Otonomi Fungsional
Otonomi fungsional
adalah struktur yang membahas tentang keanekaragaman pribadi. Kenapa ada yang
suka membaca? Kenapa ada yang suka Melukis? itulah yang disebut dengan
keanekaragaman pribadi yang dibagi dalam dua tingkat otonomi yaitu: Kebiasaan
dan Minat. Kebiasaan adalah struktur yang terbentuk
dari keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita tinggal di lingkungan yang
banyak pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk bermain bola,
sedangkan Minat adalah stuktur yang terbentuk dari
kesadaran akan target yang kita inginkan
Daftar Pustaka :
Siswanto.(2007).Kesehatan Mental :
Kesehatan Mental – Konsep, Cakupan dan Perkembangannya.Yogyakarta:
ANDI
Semium, Yustinus.(2006). Kesehatan
Mental 2. Yogyakarta.Kasinius

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda