Senin, 08 April 2013

TUGAS SOFTSKILL 1 KESEHATAN MENTAL

Tugas softskill Kesehatan Mental

       Danti Putri Pratiwi
              11511736
               2 PA 05

KONSEP SEHAT yaitu sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologi intelektual, spiritual, dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
Sehat menurut Paune adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care resources) yang menjamin tindaan untuk perawatan diri (self care actions) secara adekuat. Self care Resources mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap. Self care actions merupakan perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahankan dan meningkatkan fungsi psikososial dan spiritual.

Konsep kesehatan berdasarkan dimensi berikut :
o   Emosi
Apalah guna jika kita sehat secara fisik, tetapi secara emosi kita tidak bisa mengontrolnya, ibarat kata seperti badan tanpa jiwa, ya memang terlihat kejam tapi seperti itulah gambarannya. Emosi itu sendiri mudah sekali di pengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satu ciri seseorang memiliki kematangan emosional adalah ketika dia sudah mengenali seperti apa emosi dia, kemampuan dia untuk mengontrol emosinya, dan bagaimana dia mengatasi permasalahan yang muncul ke diri dia.
o   Intelektual
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa kecerdasan seseorang dapat mempengaruhi tingkat emosi seseorang, ungkapan seperti itu sepertinya memang benar adanya, karena kecerdasan seseorang bisa terlihat dari bagaimana cara dia mengontrol emosi, melihat realitas dari berbagai sudut pandang, dan kemampuan di dalam memecahkan suatu permasalahan yang melibatkan emosi.
o   Sosial
Masih terkait dengan emosi dan intelektual yang tak kalah penting adalah dimensi sosial kita, seseorang dikatakan sehat secara mental apabila dia mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mempunyai hubungan baik dengannya, dan juga mampu bekerja sama dengan lingkungannya.
o   Fisik
Kita tidak bisa memungkiri bahwa jika kondisi kesehatan fisik kita sedang prima maka diharapkan kita bisa mengontrol emosi kita, fisik itu sendiri dikatakan sehat apabila dia secara fisiologis normal, tidak cacat, tidak mengalami suatu penyakit, dan tidak memiliki kekurangan suatu apapun.
o   Spiritual
Dimensi spritual adalah kemampuan seseorang untuk segala hal yang berkaitan dengan Agama / kepercayaan, bagaimana dia menjalankan perintah  dan menjauhi larangan Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang dapat dikatakan sehat secara mental apabila dia secara spiritual baik, taat menjalankan perintah Tuhan dan  mampu mengekspresikan rasa syukur terhadap suatu nikmat pemberian Tuhan YME, maupun kemauan berserah diri kepada Tuhan jika sedang mengalami suatu permasalahan yang sekiranya dia sudah tidak sanggup lagi.


Teori Perkembangan Kepribadian menurut para tokoh :
1.      Erikson
Delapan tahapan perkembangan kepribadian menurut Erison:
-  Trust VS Mistrust (0-1/1,5 tahun)
Perkembangan basic trust, essensial. Dalam derajat tertentu diperlukan juga perkembangan ketidakpercayaan (mistrust) untuk mendeteksi suatu bahaya atau suatu yang tidak menyenangkan & membedakan orang-orang yang dapat dipercaya / tidak.

-  Otonomi VS Rasa Malu dan Ragu ( early chilhood : 1/1,5-3 tahun)
Mulai mengembangkan kemandirian. Bisa timbul kegelisahan, ketakutan dan kehilangan rasa pencaya diri apabila suatu kegagalan terjadi.

-  Inisiatif VS Rasa Bersalah (late chilhood: 3-6th)
Komponen positif adalah berkembangnya inisiatif. Modalitas dasar psikososialnya : membuat, campur tangan, mengambil inisiatif , membentuk, melaksanakan pencapaian tujuan dan berkompetisi.

-  Industri VS Inferiority ( usia sekolah: 6-12 tahun)
Dimulai industrial age. Pengalaman berhasil memberikan rasa produktif, menguasai dan kompetitif. Kegagalan menimbulkan perasaan tidak adekuat & inferioritas merasa diri tidak tidak berguna.


-  Identitas dan Penolakan VS difusi Identitas ( masa remaja: 12-20 tahun)
Tahap perkembangan sebelumnya memberi kontribusi yang berarti pada pembentukkan Identitas dapat terjadi krisis identitas. Fungsi dasar remaja : mengintegrasikan berbagai identifikasi yang mereka dapat pada masa kanak-kanak untuk melengkapi proses pencarian identitas.

-  Intimasi dan Solidaritas VS Isolasi (Early adulthood : 20-35 th)
Perkembangan identitas mendasari perkembangan keakraban indvidu dengan orang lain. Kemampuan mengembangkan hubungan dengan sejenis/lawan jenis. Salah satu aspek keintiman adalah solidaritas. Jika keintiman gagal dicapai, individu cenderung menutup diri.

-  Generativitas VS Stagnasi/ mandeg ( middle adulthood : 35-65 th )
Generativitas bertitik tolak pada pentingnya dan pengarahan generasi berikutnya. Penting menumbuhkan upaya-upaya kreatif dan produktif . Bila generativitas gagal, terjadi stagnasi.

-  Integritas VS Keputusasaan (later years: diatas 65 th)
Secara ideal telah mencapai integritas Integritas : menerima keterbatasan hidup, merasa menjadi bagian dari generasi sebelumnya, memiliki rasa kearifan sesuai bertambahnya usia, merupakan integrasi akhir dari tahap-tahap sebelumnya. Bila integritas gagal : timbul keputusasaan, penyesalan terhadap apa yang telah dan belumdilakukannya, ketakutan dalam menghadapi kematian.



2.      Sigmund Freud
Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
Id merupakan bagian palung primitif dalam kepribadian, dan dari sinilah nanti ego dan Super Ego berkembang. Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.
Ego merupakan bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis,yaitu  dimana Ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan.
Super Ego merupakan gambaran internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada kesempurnaan.
Menurut Freud fase-fase perkembangan individu didorong oleh energi psikis yang disebut libido. Libido insting kehidupan yang bersifat seksual yang ada sejak manusia lahir. Ada 6 fase yang membagi perkembangan manusia menurut Freud:
a. Fase oral (0-1 tahun) : Disini anak mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dengan berorientasi pada mulut. Kontak sosial lebih bersifat fisik seperti menyusui. Peran sosial biasanya dipegang oleh ibu.
b. Fase anal (1–3 tahun) : Pada fase ini kenikmatan berpusat didaerah anus, seperti saat buang air besar. Inilah saat untuk mengajarkan disiplin pada anak.
c. Fase falik (3–5 tahun) : Pusat kepuasan pada fase ini adalah alat kelamin. Anak mulai tertarik pada perbedaan anatomis laki-laki dan perempuan, dan biasanya difigurkan oleh ayah dan ibu. Pada anak laki-laki terjadi Oedipus Kompleks atau gairah seksual.
d.Peride laten (5–12 tahun) : Meupakan masa tenang dimana anak mulai mengembangkan kemampuan motorik dan kognitifnya. Anak mulai mencoba menekan rasa takut dan cemas. Anak mulai mencari fugur ideal saat ia dewasa, homoseksual alami mulai bisa terlihat pada masa ini.
e Fase genital ( > 12 tahun ) : Tahap kematangan pada alat reproduksi, pusat kepuasaan berada di daerah kelamin. Disini libido mulai diarahkan untuk hubungan heteroseksual. Dan mulai merasakan cinta kepada lawan jenis.

3.      Allport
1. Sifat (Trait)
Di dalam kepribadian terdapat sifat dasar yakni : (Nyata, Berkembang, Fleksibel, Empirik dan Kemandirian yang relatif). Nah dari 5 sifat dasar ini, terdapat sifat umum dan sifat khusus yang berkembang pada tiap-tipa sifat dasar.

2. Traits-Habit-Atitud
Dalam struktur ini, dinyatkan bahwa kepribadian dapat dibentuk karena sifat dasar, kebiasaan, sikap dalam menghadapi sesuatu, dan kategori nomotetik

3. Trait dan Konsistensi Pribadi
Stuktur ini mengarah pada praktikum stimulus-respon. dia membagi atas 3 trait didalamnya.yaitu(gregorius=sukaberteman);(shyness=pemalu)dan(selfesteem=kepercayaan diri).

4. Propium
Naaahh, propium ini adalah struktur yang membahas tentang perkembangan baik itu dalam emosi, kecakapan individu, kemampuan persepsi dan tujuan hidup seseorang. Perkembangannya sama dengan perkembangan sigmund freud, ia membaginya dalam 5 tahap yaitu Oral,Anal, Phalic, Laten dan Genital.

5. Motivasi
Kekuatan dari stuktur notivasi dalam pribadi menurut Gordon allport berbeda dengan yang lain, dimana ia mengatakan bahwa yang paling menunjang dala motivasi ialah kemampuan kognitif dan perencanaan hidup. Dari dua hal itu, ia mampu membentuk motivasi dalam dirinya karena ia telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.

6. Otonomi Fungsional
Otonomi fungsional adalah struktur yang membahas tentang keanekaragaman pribadi. Kenapa ada yang suka membaca? Kenapa ada yang suka Melukis? itulah yang disebut dengan keanekaragaman pribadi yang dibagi dalam dua tingkat otonomi yaitu: Kebiasaan dan Minat. Kebiasaan adalah struktur yang terbentuk dari keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita tinggal di lingkungan yang banyak pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk bermain bola, sedangkan Minat adalah stuktur yang terbentuk dari kesadaran akan target yang kita inginkan

Daftar Pustaka :
Siswanto.(2007).Kesehatan Mental : Kesehatan Mental – Konsep, Cakupan dan Perkembangannya.Yogyakarta: ANDI
Semium, Yustinus.(2006). Kesehatan Mental 2. Yogyakarta.Kasinius


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda