TUGAS SOFTSKILL 2 KESEHATAN MENTAL
TUGAS SOFTSKILL 2 KESEHATAN MENTAL
DANTI PUTRI PRATIWI
11511736
2 PA 05
1. TEORI KEPRIBADIAN
TEORI
BEHAVIOR
Behaviorisme adalah behavior dalam psikologi
atau juga disebut behaviorisme adalah teori pembelajaran yang didasarkan pada
tingkah laku yang diperoleh dari pengkondisisan linngkungan. Pengkondisian
terjadi melalui interaksi dengan lingkungan. Teori ini dapat dipelajari secara
sistematis dan dapat diamati dengan tidak mempertimbangkan dari seluruh keadaan
mental.
Ada
dua tipe pengkondisian dalam Behavior:
o
Classical
Conditioning adalah cara yg digunakan dalam percobaan behavior yang stimulusnya
terjadi secara natural yang dihubungkan dengan respons yakni dengan stimulus
netral. Respon akan hadir dengan sendirinya tanpa respon yang disengaja.
o
Operant
Conditioning adalah cara yang digunakan dalam behavior dengan diakhiri dengan
hadiah dan hukuman.
5
pemikir besar dalam behavior adalah :
·
Ivan
Pavlov
·
B.
F. Skinner
·
Edward
Thorndike
·
John
B. Watson
·
Clark
Hull
Kritik
terhadap Teori Behavior:
1. Teori ini hanya
menggunakan pendekatan satu dimensi saja dalam memandang perilaku.
2. Proses belajar terjadi hanya dengan adanya penguatan
atau hukuman
3. Manusia dan hewan dapat beradaptasi dengan tingkah
lakunya ketika informasi baru itu dikenalkan, walapupun pola tingkah laku
sebelumnya telah diketahui melalui penguatan.
Kelebihan
Teori Behavior:
1. Teori Behavior adalah didasarkan pada perilaku yang dapat
diobservasi, sehingga mempermudah
2. Teknik terapi yang didasarkan pada behaviorisme
antra lain intervensi tingkah laku secara
intensif, lebih ekonomis, dan
pelaksanaannya memiliki ciri tersendiri. Pendekatan ini sangat berguna untuk
merubah perilaku yang berbahaya dan maladaptif baik pada anak dan dewasa.
TEORI PSIKOANALISIS
Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan
para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Dalam
pandangan Freud, semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun
yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya.
Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa
kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa ke alam tidak
sadar (unconscious). Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur
mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita, yaitu:
a.
Id, adalah berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata.
b. Superego,
adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari
lingkungannya.
c. Ego,
adalah pengawas realitas.
Sebagai contoh adalah berikut ini: Anda adalah seorang
bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. Id mengatakan
pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian, toh tak ada yang tahu!”. Sedangkan ego
berkata:”Cek dulu, jangan-jangan nanti ada yang tahu!”. Sementara superego
menegur:”Jangan lakukan!”.
Pada masa kanak-kanak kira dikendalikan sepenuhnya oleh id,
dan pada tahap ini oleh Freud disebut sebagai primary process thinking.
Anak-anak akan mencari pengganti jika tidak menemukan yang dapat memuaskan
kebutuhannya (bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya).
Sedangkan ego akan lebih berkembang pada masa
kanak-kanak yang lebih tua dan pada orang dewasa. Di sini disebut sebagai tahap
secondary process thinking. Manusia sudah dapat menangguhkan pemuasan
keinginannya (sikap untuk memilih tidak jajan demi ingin menabung misalnya).
Walau begitu kadangkala pada orang dewasa muncul sikap seperti primary
process thnking, yaitu mencari pengganti pemuas keinginan (menendang tong
sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos di kantor misalnya).
Proses pertama adalah apa yang dinamakan EQ (emotional
quotient), sedangkan proses kedua adalah IQ (intelligence quotient) dan
proses ketiga adalah SQ (spiritual quotient).
TEORI HUMANISTIK
Beberapa psikolog pada waktu yang sama tidak menyukai uraian
aliran psikodinamika dan behaviouristik tentang kepribadian. Mereka merasa
bahwa teori-teori ini mengabaikan kualitas yang menjadikan manusia itu berbeda
dari binatang, seperti misalnya mengupayakan dengan keras untuk menguasai diri
dan merealisasi diri. Di tahun 1950-an, beberapa psikolog aliran ini mendirikan
sekolah psikologi yang disebut dengan humanisme. Psikolog humanistik mencoba
untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka.
Mereka cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat
alamiah manusia. Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara
sadar dan rasional untuk dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam
meraih potensi maksimal mereka.
Humanisme lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian
manusia. Pendekatan ini melihat kejadian yaitu bagaimana manusia membangun
dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. Kemampuan bertindak positif ini
yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanisme
biasanya memfokuskan pengajarannya pada pembangunan kemampuan positif ini.
Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang
terdapat dalam domain afektif. Emosi adalah karakterisitik yang sangat kuat
yang nampak dari para pendidik beraliran humanisme.
2. TOKOH PSIKOLOGI
ERICH FROMM
Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1900. Ia
belajar psikologi dan sosiologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan
Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia
belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut psikoanalisis Berlin
yang terkenal waktu itu. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika Serikat dan mengajar
di Institut psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New
York City. Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di
negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di
Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.
Teori Fromm adalah campuran yang agak unik antara teori
Freud dan Marx. Freud, tentu saja, menekankan pada keadaan bawah sadar, biological
drive, represi, dan sebagainya. Dengan kata lain, Freud mendalilkan bahwa
karakter kita ditentukan oleh sistem biologis pada tubuh kita. Marx, di sisi
lain, melihat orang-orang yang ditentukan oleh lingkungan masyarakat dimana
mereka tinggal, terutama oleh sistem ekonomi mereka.
Fromm mengkombinasikan dari dua sesuatu sistem deterministik yang cukup asing: yaitu gagasan kebebasan. Bahkan, Fromm membuat kebebasan karakteristik utama dari sifat manusia!
Fromm mengkombinasikan dari dua sesuatu sistem deterministik yang cukup asing: yaitu gagasan kebebasan. Bahkan, Fromm membuat kebebasan karakteristik utama dari sifat manusia!
Ada beberapa teori Fromm yang terbukti. Sebuah contoh yang
tepat berasal murni dari determinisme biologis, ala Freud, yaitu Binatang tidak
khawatir tentang kebebasan - naluri mereka mengurus semuanya. Woodchucks,
misalnya, tidak perlu konseling karir untuk memutuskan apa yang akan mereka
menjadi ketika mereka tumbuh dewasa: Mereka akan menjadi woodchucks!
Dari sini kita bisa melihat kehidupan di Abad Pertengahan
yang mengerikan dan primitif, atau hidup sebagai binatang. Namun kenyataannya
adalah bahwa kurangnya kebebasan yang ditunjukkan oleh determinisme biologis
atau sosial sangatlah sederhana. Hidup Anda memiliki struktur, makna, tidak ada
alasan untuk pencarian jati diri, Anda dapat menyesuaikan diri dan tidak pernah
menderita krisis identitas.
Tema dasar dari semua tulisan Fromm adalah individu yang
merasa kesepian dan terisolir karena dipisahkan dari alam dan lingkungan
sekitarnya. keadaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang,
ini adalah situasi khas manusia. Dalam bukunya Escape from Freedom (1941),
ia mengembangkan tesis bahwa manusia menjadi semakin bebas dari abad ke abad,
maka juga makin merasa kesepian (being lonely). Jadi, kebebasan menjadi
keadaan yang negatif dimana manusia melarikan diri. dan jawaban dari kebebasan
yang pertama adalah semangat cinta dan kerjasama yang menghasilkan manusia yang
menghasilkan masyarakat yang lebih baik, yang kedua adalah manusia merasa aman
dengan tunduk pada penguasa yang kemudian dapat menyesuaikan diri dengan
masyarakat.
Contoh
Kasus :
"Seorang
wanita 25 tahun; dia cantik, menarik, dan selain pelukis. Saya pernah mendengar
bahwa ia telah bertunangan dan beberapa saat kemudian pertunangan itu batal,
saya ingat bahwa dia hampir selalu berada pada perusahaan ayahnya. Menurut
saya, Ayahnya adalah seorang tidak menarik, tua, dan saya pikir beliau tidak
terlalu luwes dan supel dalam bergaul (mungkin penilaian saya agak bias oleh
cemburu). Lalu suatu hari saya mendengar berita mengejutkan: ayahnya telah
meninggal, dan segera setelah itu, ia bunuh diri dan meninggalkan sebuah surat
wasiat yang menyatakan bahwa ia ingin dikuburkan dengan ayahnya”.
ABRAHAM MASLOW
Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada 1908
dan wafat pada 1970 dalam usia 62 tahun. Maslow dibesarkan dalam keluarga yahudi
dan merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara. Masa muda Maslow berjalan
dengan tidak menyenangkan karena hubungan yang buruk dengan kedua orang tuanya.
Semasa anak-anak dan remaja Maslow merasa dirinya amat menderita dengan
perlakuan orangtuanya, terutama ibunya.
Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi
humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima
dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini
adalah teori tentang Hierarchy of Needs atau Hierarki Kebutuhan.
Kehidupan keluarganya dan pengalaman hidupnya memberi pengaruh atas gagasan
gagasan psikologisnya. Setelah perang dunia ke II, Maslow mulai mempertanyakan
bagaimana psikolog psikolog sebelumnya tentang pikiran manusia. Walau tidak
menyangkal sepenuhnya, namun ia memiliki gagasan sendiri untuk mengerti jalan
pikir manusia.
Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk
memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow,
manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang
paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi
(aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kebutuhan fisiologis atau
dasar
2. Kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan untuk dicintai
dan disayangi
4. Kebutuhan untuk dihargai
5. Kebutuhan untuk aktualisasi
diri
Maslow menyebut empat kebutuhan mulai dari kebutuhan fisiologis
sampai kebutuhan harga diri dengan sebutan homeostatis.mudian berhenti dengan
sendirinya.
Maslow memperluas cakupan prinsip homeostatik ini kepada
kebutuhan-kebutuhan tadi, seperti rasa aman, cinta dan harga diri yang biasanya
tidak kita kaitkan dengan prinsip tersebut. Maslow menganggap
kebutuhan-kebutuhan defisit tadi sebagai kebutuhan untuk bertahan. Cinta dan
kasih sayang pun sebenarnya memperjelas kebutuhan ini sudah ada sejak lahir
persis sama dengan insting.
Contoh
Kasus :
Ada sebuah perusahaan X yang mengalami krisis ekonomi,
sehingga perusahaan tersebut mengalami kerugian yang sangat besar. Perusahaan
tersebut harus mendapatkan solusi dari krisis yang sedang mereka hadapi. Mereka
mengambil solusi yaitu dengan cara mem-PHK beberapa pegawai di perusahaan
tersebut. Hal ini berdampak buruk pada kesejahteraan pegawai di perusahaan
tersebut yang terkena PHK. Sehingga mereka tidak dapat memenuhi
kebutuhan-kebutuhan yang terdapat dalam teori Abraham Maslow.
CARL ROGERS
Carl Ransom Rogers lahir pada tanggal 8 Januari 1902 di Oak
Park, Illinios, Chicago. Rogers meninggal dunia pada tanggal 4 Pebruari 1987
karena serangan jantung.Rogers adalah putra keempat dari enam bersaudara.
Rogers dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan dan menganut aliran
protestan fundamentalis yang terkenal keras, dan kaku dalam hal agama, moral
dan etika. Rogers terkenal sebagai seorang tokoh psikologi humanis, aliran
fenomenologis-eksistensial, psikolog klinis dan terapis, ide-ide dan konsep
teorinya banyak didapatkan dalam pengalaman -pengalaman terapeutiknya.
Konsep diri menurut Rogers adalah bagaimana orang memberi
gambaran terhadap dirinya, tentang siapa dirinya. Konsep diri ini terbagi
menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Rogers mengenalkan 2
konsep lagi, yaitu Incongruence dan Congruence. Incongruence adalah
ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman actual, dari situ
tidak bisa mengembangkan kepribadian yang sehat. Sedangkan Congruence adanya
kecocokan antara self yang dirasakan dengan kenyataan. Setiap manusia memiliki
kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan
cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard,
yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard
(bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat). (Schultz
1991).
Rogers memiliki beberapa hipotesis tentang bagaimana
ketidaksesuaian itu dapat berkembang. Rogers menggambarkan orang yang tidak
sehat adalah orang yang mengalami tidak mendapatkan unconditional positive
regard (penghargaan positif tanpa syarat). Contohnya, Semakin banyak
conditional positive regards dari orang tua, patologi juga semakin berkembang.
Karena membutuhkan cinta tersebut, anak mulai untuk mendapatkan kasih sayang
tersebut dengan mengikuti kondisi yang diberikan orang tuanya atau apa yang
diharapkan oleh orang tuanya. Sehingga dia tidak menjadi dirinya sendiri dan
selalu mengkuti kehendak orang lain.
Perkembangan kepribadian Self menurut Rogers. Self merupakan
konstruk utama dalam teori kepribadian Rogers, yang dewasa ini dikenal
dengan ” Self concept “. Rogers mengartikan sebagai persepsi
tentang karakteristik “ I ” atau “ Me” dan
persepsi tentang hubungan “ I” atau “ Me ” dengan
orang lain atau berbagai aspek kehidupan, termasuk nilai-nilai yang terkait
dengan persepsi tersebut.
Diartikan juga sebagai keyakinan tentang kenyataan,
keunikan, dan kualitas tingkah laku diri sendiri. Konsep diri merupakan
gambaran mental tentang diri seseorang, seperti : “Saya cantik”, “Saya seorang
pekerja yang jujur”, dan “Saya seorang pelajar yang rajin”.
Hubungan antara “ Self concept ” dengan
organisme terjadi dalam 2 kemungkinan, yaitu “ congruence ”
atau “ Incongruence”. Kedua kemungkinan hubungan ini menentukan perkembangan
kematangan, penyesuaian, dan kesehatan mental seseorang. Apabila antara “ Self
concept ” dengan organisme terjadi kecocokan maka hubungan itu disebut
kongruen, tetapi apabila terjadi diskrepansi (ketidakcocokan) maka hubungan itu
disebut inkongruen. Contoh yang inkongruen : Anda mungkin meyakini bahwa secara
akademik anda seorang yang cerdas, namun ternyata nilai-nilai yang anda peroleh
sebaliknya (organisme atau pengalaman nyata).
Peranan Positif Regard dalam kepribadian individu
Positive regards sangat dibutuhkan agar individu mempunyai kepribadian
yang sehat. Ketika anak sedang berkembang maka anak juga belajar membutuhkan
cinta dan kasih sayang dari orang terdekatnya maka hal tersebut disebut
sebagai positive regards. Setiap anak terdorong untuk mencari positive
regards tetapi tidak setiap anak mendapatkan hal itu .
Anak akan merasa senang dan nyaman jika dia menerima kasih
sayang, cinta dan persetujuan dari orang lain, apalagi jika hal tersebut dia
dapatkan dari orang-orang terdekatnya namun, jika dia kurang mendapat cinta dan
kasih sayang serta mendapatkan ejekan, maka dia akan merasa sangat kecewa dan
sedih.
Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Rogers
1
.Keterbukaan pada Pengalaman
Seseorang yang berfungsi sepenuhnya seseorang bebas untuk
mengalami semua perasaan dan sikap. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal
dari dalam dan dari luar disampaikan ke sistem saraf organisme tanpa distorsi
atau rintangan. Memiliki kepribadian yang fleksibel, tidak hanya menerima
pengalaman dalam kehidupan tetapi juga dapat menggunakannya dalam membuka
kesempata–kesempatan persepsi atau ungkapan baru.
2. Kehidupan Eksistensial
Seseorang yang berfungsi sepenuhnya setiap pengalaman segar
dan baru, seperti belum pernah ada. Adanya kegembiraan karena selalu terbuka
ke[ada setiap pengalaman. Kepribadian ini tidak kaku dan tidak dapat
diramalkan. Setiap pengalaman merupakan suatu struktur yang dapat berubah
dengan mudah sebagai respon pengalaman yang berikutnya.
3. Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Seseorang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut
impuls–impuls yang muncul seketika dan intuitif. Tingkah laku yang spontanitas
dan kebebasan. Memiliki jalan masuk untuk mengambil keputusan pada situasi
tertentu. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan sehingga
dapat diambil keputusan yang memuaskan semua segi situasi dengan sangat baik.
4. Perasaan Bebas
Seseorang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kepribadian
yang bebas untuk memilih dan bertindak, tanpa adanya paksaan dan rintangan
antara alternative pikiran dan tindakan. Serta memiliki suatu perasaan berkuasa
secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada
dirinya.
5. Kreativitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif.
Menurut Rogers, orang-orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kreativitas dan
spontanitas untuk menaggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti
dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah.sehingga ketika mereka mengalami
bencana mereka dapat segera mengatasinya dengan baik.
Contoh
Kasus :
Seseorang akan menghadapi persoalan jika diantara
unsur-unsur dalam gambaran terhadap diri sendiri timbul konflik dan
pertentangan, lebih-lebih antara siapa saya ini sebenarnya (real self) dan saya
seharusnya menjadi orang yang bagaimana (ideal self). Berbagai pengalaman
hidup menyadarkan orang akan keadaan dirinya yang tidak selaras itu, kalau
keseluruhan pengalaman nyata itu sungguh diakui dan tidak di sangkal. Berikut
ini ada contoh kasus yang biasa ditangani oleh pendekatan Person-centered.
Misalnya, seorang mahasiswi mengira bahwa dia adalah seorang mahasiswi yang
pintar dan tidak pernah menyontek, tetapi pada suatu saat dia mulai sadar akan
tingkah lakunya yang bertentangan dengan fikiran itu, karena ternyata dia
berkali-kali mencoba menyontek dan jarang mengerjakan tugas-tugas kuliah. Padahal, seharusnya sebagai mahasiswa ia tidak boleh
bertindak begitu. Pengalaman yang nyata ini menunjuk pada suatu pertentangan
antara siapa saya ini sebenarnya dan seharusnya menjadi
orang yang bagaimana. Bilamana mahasiswi mulai menyadari kesenjangan dan
mengakui pertentangan itu, dia menghadapi keadaan dirinya sebagaimana adanya.
Kesadaran yang masih samar-samar akan kesenjangan itu menggejala dalam perasaan
kurang tenang dan cemas serta dalam evaluasi diri sebagai orang yang tidak
pantas (worthless). Mahasiswi ini siap untuk menerima layanan konseling
dan menjalani proses konseling untuk menutup jurang pemisah antara dua kutub di
dalam dirinya sendiri, serta akhirnya menemukan dirinya kembali sebagai orang
yang pantas (person of worth).
Referensi
:

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda